Tampilkan postingan dengan label Travel Haji Reguler. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Travel Haji Reguler. Tampilkan semua postingan

Rabu, 15 Februari 2012

Ini Dia 8 Kegiatan Wajib Agar Tenang Berhaji

Ibarat mau keluar kota berminggu-minggu, maka ada kegiatan wajib yang harus dilakukan calon jamaah haji agar hati tenang selama beribadah menjadi tamu Alloh. Ini dia penjelasannya:

1.Manasik Haji. Persiapan spiritual sudah dimulai sejak latihan manasik haji. Selain itu juga perlu membaca buku-buku seputar perjalanan haji yang akan mempertebal kerinduan para jamaah untuk segera sampai ke Tanah Suci. Membaca buku-buku kumpulan doa dan dzikir juga bisa menjadi bekal rohani yang sangat berguna.

2.Menyiapkan keperluan bagi keluarga yang ditinggal. Jamaah haji akan tinggal di Tanah Suci hingga kurang lebih 40 hari lamanya. Tentu anggota keluarga yang ditinggalkan di rumah harus dipenuhi keperluannya dan dicukupi kebutuhannya selama ditinggalkan.
Apalagi jika yang berangkat naik haji adalah kepala keluarga beserta istri yang harus meninggalkan anak-anak di rumah sekian lama. Harus dipastikan apakah anak-anak akan mendapatkan pendampingan dan perawatan dari orang yang bisa dipercaya.

Selain itu juga harus dipastikan, pengasuh anak ini memahami dan mengetahui seluk-beluk pengasuhan seperti yang biasanya didapatkan dari orangtua. Dengan demikian, jamaah haji yang berangkat ke Tanah Suci tenang hatinya, keluarga yang ditinggalkan di rumahpun tercukupi kebutuhan materiil dan spirituilnya.





3.Membagi tugas-tugas dalam keluarga selama ditinggal. Jika yang berangkat naik haji itu suami bersama istri, maka untuk sementara tugas-tugas yang biasanya dilakukan ayah dan ibu untuk sementara harus ada yang menggantikan. Maka supaya keluarga tetap bisa menjalani rutinitas dan kegiatan sehari-hari seperti sebelumnya, maka pembagian tugas di antara keluarga yang ditinggal di rumah mutlak diperlukan.

Hal ini bisa dilakukan dengan diskusi santai di rumah. Misalnya, biasanya yang memasak Ibu, maka selama Ibu menunaikan ibadah haji, tugas ini diserahkan pada anak perempuan yang sudah cukup dewasa atau pada pembantu. Jika biasanya adik bungsu diantar sekolah oleh ayah, selama ayah pergi naik haji, digantikan oleh kakak laki-lakinya yang sudah tangguh mengendarai kendaraan atau kepada tukang ojek langganan.

Anak-anak yang masih remaja bisa membantu cuci piring atau membersihkan rumah. Dengan begitu, ayah dan ibu pun bisa menunaikan ibadahnya dengan tenang.

4.Menyelesaikan semua urusan termasuk masalah hutang-piutang. Jika calon jamaah haji bekerja atau mempunyai usaha sendiri, hendaknya tugas-tugasnya dibereskan terlebih dahulu sebelum keberangkatan. Atau melimpahkan tanggungjawabnya itu kepada orang yang bisa dipercaya. Jika masih ada urusan hutang piutangpun sebaiknya segera diselesaikan, agar tak ada ganjalan hati ketika menjalankan ibadah di Tanah Suci.

5.Mempersiapkan keperluan pribadi yang akan dibawa. Biasanya dari Departemen Agama RI, calon jamaah haji akan mendapatkan satu koper besar dan satu tas tenteng. Sedangkan dari pemerintah Arab Saudi mendpatkan kantong berisi paspor. Peralatan pribadi yang perlu dibawa antara lain pakaian secukupnya, baju Ihram, jaket, peralatan shalat, peralatan mandi dan perlengkapan perawatan tubuh (sebisa mungkin dibawa yang kemasan botolnya agak besar sehingga cukup untuk 40 hari), peralatan mencuci dan menjemur pakaian, alas kaki dan alat perlindungan badan(seperti payung, lotion, lipglos dan kacamata), perlengkapan tidur (seperti selimut, sarung bantal, kaus kaki, dan sarung tangan), makanan kering (abon, dendeng, bumbu pecel, mie, kecap), alat komunikasi, alat tulis, buku doa, kamera, dan peralatan makan.
Secara umum, penyakit yang sering di alami di sana adalah batuk, pilek, saluran pernafasan, pusing dan diare. Jadi, sebaiknya tidak lupa membekali diri dengan antibiotik, obat batuk, obat influensa, obat sakit perut/diare, obat sakit kepala/pusing, obat gosok, salep dan obat untuk luka, serta masker.


6.Menyiapkan dokumen-dokumen yang diperlukan. Dokumen yang harus dibawa antara lain Surat Panggilan Masuk Asrama (SPMA), bukti setor warna biru dan buku kesehatan. Membawa 1 (satu) buah tas koper dan tas tentengan dari Departemen Agama RI dan tas paspor yang diberikan pihak penerbangan.

7.Memperhatikan jadwal kegiatan dan keberangkatan. Baik jadwal keberangkatan menuju Asrama Haji Embarkasi maupun kegiatan di asrama yang berupa penyerahan SPMA kepada petugas, pemeriksaan barang bawaan, pemeriksakan kesehatan, mengikuti bimbingan dari PPIH Embarkasi, menerima uang living cost, paspor, gelang identitas, dan sosialisasi peraturan yang ditetapkan oleh PPIH Embarkasi. Juga jadwal keberangkatan dengan bus menuju Bandara Embarkasi dan jadwal keberangkatan pesawat.
8.Mengenal proses kegiatan selama di Tanah Suci. Ada baiknya menimba ilmu mengenai hal ini kepada kaum Muslim yang sudah pernah menunaikan Ibadah Haji. Informasi serupa juga banyak dijumpai dalam buku-buku panduan Ibadah Haji dan sharing pribadi di internet. Sebab banyak kaum Muslim yang mensharingkan pengalamannya selama menunaikan Ibadah Haji di blog pribadi mereka dengan maksud supaya berguna bagi sesama kaum Muslim yang akan berangkat menunaikan Ibadah Haji. Selamat menunaikan Ibadah Haji!

[rg@2012]


===== ONH Plus, Umrah

Rabu, 28 Desember 2011

Biro Haji Yang Bermasalah Segera Ditertibkan

"Ironisnya, mereka sudah membayar biaya lebih mahal dibandingakan tarif yang ditetapkan pemerintah"


Berita Biro Haji : Jakarta-- Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta pemerintah segera menertibkan biro perjalanan haji nakal yang tidak menaati kuota yang telah ditetapkan pemerintah. Demikian diungkapkan Slamet Efendi Yusuf, Ketua bidang kerukunan antar umat beragama Majelis Ulama Indonesia (MUI) di kantor MUI, Jakarta.


Slamet mengatakan Pemerintah harus berani mencabut ijin biro perjalanan haji yang menyengsarakan calon jamaah. Ironisnya, mereka sudah membayar biaya lebih mahal dibandingakan tarif yang ditetapkan pemerintah. Kendati demikian, Dirinya juga mengingatkan jamaah harus waspada terutama terhadap biro yang mengklaim bisa memberangkatkan para calon jemaah haji tersebut. Pihaknya juga meminta pemerintah Arab Saudi untuk tidak mengeluarkan visa bagi jamaah haji nonkuota.

Lantaran menurutnya, berdasarkan catatan Kementerian Agama hampir 1200 orang yang naik haji non kuota yang tiba di Jeddah terlantar dan tidak ada yang mengurus. Permintaan penertiban biro perjalanan haji nakal juga diungkapkan Ketua Bidang Ukhuwah Islamiyah MUI, KH Umar Syihab.

Kasus gagalnya pemberangkatan ratusan calon jamaah haji nonkuota kembali marak. Pihak travel haji gagal mendapatkan visa dari Kedutaan Arab Saudi, meski para jamaah rata-rata sudah membayar hingga Rp 80 juta (baca: Calon Haji Nonkuota Gagal Berangkat ke tanah suci . "Kita juga menyesalkan adanya yayasan-yayasan tertentu atau travel biro yang ingin memberangkatkan tetapi tidak melalui kuota. Sehingga banyak yang terlantar, sehingga kita juga mengharapkan tindakan tegas dari pemerintah kita sehingga tidak terjadi lagi keterlambatan dan ketelantaran jemaah haji di jedah, mekkah, dan di Indonesia," tuturnya.

Sebelumnya telah diberitakan bahwa, Ratusan calon haji nonkuota dari sejumlah daerah gagal diberangkatkan ke tanah suci karena pihak travel gagal mendapatkan visa dari Kedutaan Arab Saudi. Hal tersebut dialami para jamaah di Kompleks Trikora, Jakarta Selatan, Selasa (1/11). Pasalnya, hingga tenggat waktu yang ditentukan, pihak travel gagal mendapatkan visa. Padahal, masing-masing telah menyetorkan biaya tambahan mulai dari Rp 4 juta hingga Rp 6 juta.

Sejumlah jamaah mencoba untuk tetap bersabar, namun tidak sedikit yang kecewa. Terlebih sebagian dari mereka berasal dari sejumlah daerah seperti Jambi, Banjarmasin, Padang, Solo, dan Jakarta. Para jamaah minta uang setoran biaya haji yang mencapai Rp 80 juta rupiah tiap jamaah dikembalikan.(Liputan6.)

=====
Biro Haji , Biro Umrah , Travel Haji Reguler