Kejahatan memang bisa terjadi di mana saja. Jika ada niat dan kesempatan, para pelaku kejahatan tidak merasa segan untuk melakukan kejahatannya, termasuk di tanah suci. Dalam sebuah berita di poskota.co.id, terdapat beberapa modus kejahatan yang dilakukan di tanah suci. Berikut ulasannya.
MADINAH (Pos Kota) – Masih ada saja orang jahat di pusat ibadah seagung Masjid Nabawi, Madinah. Para penjahat, termasuk yang berasal dari Indonesia sendiri, memiliki sejumlah modus operandi kejahatan yang terus “diperbarui”.
Kepala Sektor Khusus Masjid Nabawi bentukan Misi Haji Indonesia di Madinah, Hendra Wirawan, telah mengumpulkan sejumlah modus kejahatan yang terjadi, sehingga seluruh jemaah hendaknya diimbau selalu waspada terhadap aksi kejahatan di tanah suci.
1. Tas bawaan ditaruh di ujung sajadah/tempat sujud digondol maling. Kasus ini menimpa seorang jamaah dari Padang. Tasnya berisi 12 juta rupiah dan 1.500 riyal (living cost) serta kamera digital. Tas hilang pada rakaat ketiga. Pada saat yang sama, jamaah yang sedang salat di belakangnya bawaannya juga raib. Muncul kecurigaan pelakunya adalah anak yang berlarian di pelataran masjid. Polisi Saudi yang dilapori segera menangkap sejumlah anak yang berlarian. Tapi setelah dilihat, tidak ada indikasi mereka pelakunya. "Jadi sebaiknya tas tetap menempel di badan, jangan ditaruh," saran Hendra.
2. Perempuan bercadar dan berbaju hitam menyamar sebagai polisi wanita, menggeledah jamaah yang hendak masuk masjid. Seorang jamaah perempuan RI kehilangan HP akibat penggeledahan ini. Ada juga yang kehilangan dompet berisi 4.000 riyal karena dipepet orang.
3. Modus WNI mengantar jamaah RI tersasar. Setiba di tujuan, mereka minta bayaran. "Ada jamaah yang dimintai 50 riyal (Rp 125 ribu)," katanya.
4. Modus menawarkan membeli kambing untuk membayar dam.
5. Modus peminta-minta yang mengaku mahasiswa Palestina, meminta sumbangan. "Jamaah kita biasanya mudah iba. Kemarin saya nemui jamaah yang juga memberi sumbangan, kami dekati, kami tanya: Bapak tahu tidak apa yang Bapak lakukan'. Itu untuk memastikan Bapak itu tidak diperas," ujar Hendra.
6. Kejahatan riskan terjadi di pasar tumpah, yang berada di gang-gang dan pinggir jalan yang ramai. "Seorang jamaah perempuan yang tasnya nempel di badan, kemarin teriak ada copet. Kami kejar, pelakunya kabur," ujar Hendra.
7. Tas disilet saat berdesak-desakan keluar dari Masjid Nabawi usai salat wajib. Seorang jamaah di Sektor I kehilangan dompet akibat modus ini.Modus di atas melengkapi modus yang telah terjadi sebelumnya yaitu pura-pura membantu jamaah tersesat. Di tengah jalan, pelaku merampas uang jamaah dan meninggalkannya begitu saja.
Atas semua insiden itu, Hendra menyarankan agar jamaah tidak banyak membawa uang saat ke masjid. "Bawalah paling banyak 50 riyal," pesan Hendra. Kalaulah membawa uang banyak untuk berbelanja, sebaiknya pergi berombongan sehingga saling menjaga.
Oknum sebangsa dan setanah air
Miris memang. Jika biasanya ikatan sebangsa-setanah air akan menjadi kuat ketika berada di tanah air orang lain, tetapi suasana itu belakangan ini dirusak oleh sesama pendatang dari tanah air. Di Madinah ada jamaah calon haji Indonesia yang dirampas uangnya. Ironisnya pelakunya diduga kuat masih saudara kita sebangsa.
Petugas haji Indonesia pernah memergoki seseorang yang menyamar sebagai petugas lengkap dengan seragamnya, diduga melakukan penipuan terhadap jemaah haji. Ada pula yang lebih memalukan. Saat tertangkap petugas, orang tersebut menyamar dengan berpakaian ihram, layaknya orang yang akan melaksanakan umrah. Lagi-lagi pelakunya bangsa sendiri.
Tak hanya jamaah, bahkan seorang petugas kesehatan rombongan jamaah haji khusus pun menjadi korban aksi perampasan. Seperti yang dialami Dokter. Pelaku berhasil merampas dompet korban yang berisi uang dalam bentuk rupiah dan riyal, beberapa kartu kredit, serta beberapa surat berharga. Korban mengaku bahwa pelaku bisa berbahasa Indonesia, tapi dia tidak bisa memastikan apa pelaku memang warga Indonesia.
Tips antisipasi kejahatan di tanah suci
Banyaknya modus kejahatan yang terjadi memang tidak seharusnya menjadi halangan untuk menunaikan ibadah haji. Namun, langkah antisipasi sangat perlu dilakukan. Berikut beberapa tips antisipasi kejahatan di tanah suci.
1.Jangan pergi sendiri
Jemaah haji Indonesia diharapkan jangan pergi sendirian untuk menghindari aksi perampasan yang dilakukan orang yang tidak bertanggung jawab. Jamaah hendaknya berangkat berkelompok minimal 4-5 orang. Hal itu diungkapkan Kepala Panitia Penyenggara Ibadah Haji Daerah Kerja Madinah, Akhmad Jauhari di Kantor Misi Haji Indonesia, Madinah, Arab Saudi. “Karena korban kejahatan seringkali sedang sendirian atau kesasar, dan biasanya orang lanjut usia,” katanya.
2.Membawa uang secukupnya
Menyikapi berbagai tindak kejahatan yang menimpa beberapa jamaah haji Indonesia di Madinah, Akhmad menghimbau agar jemaah sebaiknya tidak banyak membawa uang. Ia melihat saat ini ada tren jamaah membawa banyak uang di sakunya.
Ia menuturkan bahwa membawa banyak uang dalam rangka pelaksanaan ibadah haji justru akan membuat ibadah jemaah itu sendiri menjadi terganggu. Jemaah haji yang seharusnya fokus kepada ibadah, tentunya akan terpecah pikirannya karena memikirkan keamanan uangnya itu. Jadi, bawalah bekal secukupnya.
3.Gunakan jasa safety box di hotel tempat menginap
Di bagian lain, menanggapi beberapa aksi kejahatan di Masjidil Haram dan sekitarnya, Akhmad sebenarnya sudah mengusulkan kepada pihak pengamanan di Daker Makkah agar para calon haji saat ke Masjid tidak perlu membawa tas. ’’Yang dibawa hanya gelang identitas dan beberapa riyal secukupnya,’’ jelasnya. “Jika khawatir uangnya hilang, manfaatkan safety box yang ada di hotel,” tegasnya. (RA). Tips haji
Tampilkan postingan dengan label kiat haji dan umrah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kiat haji dan umrah. Tampilkan semua postingan
Senin, 25 Juni 2012
Minggu, 24 Juni 2012
Kiat-kiat Agar Tidak Tersesat di Tanah Suci
Tersesat! Barangkali, itulah satu dari sekian banyak kisah jamaah haji yang sering kita dengar di setiap musim haji. Keluar pondokan menuju Masjidil Haram, tapi bingung saat harus kembali. Wajar, banyak sekali pintu masuk-keluar di Masjidil Haram yang serupa bentuknya.
Dari tahun ke tahun, musim ke musim, kasuh jamaah haji yang tersesat selalu saja ada. Sebagai contoh, kasus jamaah tersesat jalan saat musim haji 2011. Tak tanggung-tanggung, jumlah jamaah haji yang tersesat jalan ini mencapai ratusan orang.
Seperti yang diberitakan dalam Indopos, Kepala Sektor Khusus Masjidil Haram Maskat mengatakan bahwa jumlah jamaah haji yang tersesat pada musim haji tahun 2011 lalu mencapai ratusan orang. Sebelumnya saat calhaj datang dari Madinah ke Makkah—gelombang pertama—mulai 11 Oktober lalu, jumlah calhaj yang tersesat hanya berkisar puluhan. Namun, setelah gelombang kedua masuk mulai 14 Oktober lalu, di mana dari Jeddah langsung ke Makkah, jumlah calhaj yang tersesat menembus angka seratus lebih. ’’Hari ini (Rabu malam, Red) yang terdeteksi 140 lebih orang,’’ ujarnya kepada INDOPOS di dekat Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi pada tanggal 19/10/2011.
Malam itu, INDOPOS yang berada di dekat posko Sektor Khusus sekitar 1 jam melihat ada sekitar 10 calhaj yang tersesat. ’’Mereka biasanya baru datang, terus buru-buru melaksanakan ibadah, tanpa mengingat lokasi pemondokan dan saat masuk ke Masjidil Haram,’’ tegas Kepala Daerah Kerja Makkah Arsyad Hidayat yang memantau beberapa jam di sekitar Masjidil Haram.
Untuk mengatasi maraknya kasus jamaah yang tersesat jalan ini, Maskat mengatakan bahwa telah diterjunkan 15 orang personil pengamanan di sektor Masjidil Haram. Untuk meningkatkan pelayanannya, personil di sektor khusus Masjidil Haram ini dibantu oleh tenaga musiman (temus) yang direkrut dari mahasiswa Timur Tengah serta mereka yang mukim atau tinggal di Arab Saudi. Pelayanan di sektor khusus ini dilakukan selama 24 jam penuh.
Jika ada jamaah yang tersesat, mereka akan diistirahatkan dulu di kantor sektor khusus yang telah disediakan. Di sini, jamaah akan di data serta diberi minuman dan snack. Setelah itu, jamaah akan diantar ke pemondokannya masing-masing. Untuk keperluan ini, kantor sektor khusus dilengkapi dengan mobil koster.
Kiat agar tidak tersesat
Meskipun setiap tahun dilaksanakan, kisah tersesat pada saat melaksanakan haji merupakan cerita favorit yang tak habis menariknya untuk diperbicangkan. Serupa tapi tak sama. Meskipun kasusnya sama, tetapi pelakunya berbeda. Hal ini sangat wajar terjadi pada jamaah haji yang baru saja melaksanakan hajinya.
Tersesat memang perkara yang biasa. Namun, tersesat di “belantara” manusia dan negeri yang asing bagi kita mungkin akan berbeda cerita. Apalagi bagi kita yang sama sekali tidak bisa berbahasa Arab atau Inggris. Bahkan, pernah dikabarkan ada jamaah yang tertinggal kelompoknya untuk melakukan wukuf karena tersesat. Tentu saja, hal itu akan menjadi masalah serius, bukan?
Nah, agar kasus tersesat tidak menimpa Anda, terdapat 7 kiat yang bisa Anda terapkan selama masa haji berlangsung.
Amati dan hapalkan lokasi pondokan
Beberapa hal yang perlu diingat tentang lokasi pemondokan di antaranya nama jalan, nomor pondok, gedung yang mudah dikenal di sekitar pondok, bentuk bangunan pondok. Akan lebih bagus jika mengenal arah benda atau bangunan dari pondok, misal masjidil haram terletak di sebelah barat pondok.
Menyimpan nomor telepon dan alamat pondokan
Jika khawatir lupa, tuliskan alamat pemondokan dan nomor teleponnya di buka notes. Gambarkan pula denah jalan sederhana beserta gedung patokan yang dilewati. Nah, denah dan catatan ini bisa dijadikan petunjuk jika kita lupa jalan pulang dan terpisah dari rombongan.
Selalu berangkat dengan rombongan
Jika memungkinkan, usahakan untuk terus berada dalam rombongan. Jika tidak ada urusan yang sangat penting, misalnya buang hajat, usahakan agar tidak terlepas dari rombongan jamaah.
Menghubungi petugas haji
Jika benar-benar terpisah dari rombongan, cobalah untuk menghubungi petugas haji. Petugas ini biasa mangkal di pos-pos tertentu yang ditandai dengan adanya bendera merah-putih. Nomor kontak petugas haji biasanya sudah tercantum di masing-masing taging atau tanda pengenal jamaah haji.
Selalu membawa tanda pengenal
Tanda pengenal sangat penting untuk dibawa. Salah satunya agar kita mudah dikenali dan memudahkan menghubungi petugas haji terkait. Pada tanda pengenal terdapat nama haji, kelompok terbang, serta nomor petugas haji yang bisa dihubungi.
Mencari teman pendamping
Bagi jamaah haji yang sudah tua, perlu kiranya mencari teman pendamping dari sesama haji yang masih muda. Selain bisa diandalkan untuk mengingat lokasi, jamaah yang masih muda relatif segap dan bisa dimintai tolong jika ada urusan yang tidak bisa dilakukan oleh orang tua.
Gunakan identitas unik rombongan
Identitas unik rombongan berfungsi vital untuk memudahkan mengenal rombongan. Jika ada yang tersesat, dengan melihat identitas unik ini maka petugas haji atau sesama jamaah mudah mengidentifikasi. Contoh identitas unik ini di antaranya selempang, slayer, serta pita pada kerudung dengan corak dan warna khusus. (RA)
Panduan haji
Dari tahun ke tahun, musim ke musim, kasuh jamaah haji yang tersesat selalu saja ada. Sebagai contoh, kasus jamaah tersesat jalan saat musim haji 2011. Tak tanggung-tanggung, jumlah jamaah haji yang tersesat jalan ini mencapai ratusan orang.
Seperti yang diberitakan dalam Indopos, Kepala Sektor Khusus Masjidil Haram Maskat mengatakan bahwa jumlah jamaah haji yang tersesat pada musim haji tahun 2011 lalu mencapai ratusan orang. Sebelumnya saat calhaj datang dari Madinah ke Makkah—gelombang pertama—mulai 11 Oktober lalu, jumlah calhaj yang tersesat hanya berkisar puluhan. Namun, setelah gelombang kedua masuk mulai 14 Oktober lalu, di mana dari Jeddah langsung ke Makkah, jumlah calhaj yang tersesat menembus angka seratus lebih. ’’Hari ini (Rabu malam, Red) yang terdeteksi 140 lebih orang,’’ ujarnya kepada INDOPOS di dekat Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi pada tanggal 19/10/2011.
Malam itu, INDOPOS yang berada di dekat posko Sektor Khusus sekitar 1 jam melihat ada sekitar 10 calhaj yang tersesat. ’’Mereka biasanya baru datang, terus buru-buru melaksanakan ibadah, tanpa mengingat lokasi pemondokan dan saat masuk ke Masjidil Haram,’’ tegas Kepala Daerah Kerja Makkah Arsyad Hidayat yang memantau beberapa jam di sekitar Masjidil Haram.
Untuk mengatasi maraknya kasus jamaah yang tersesat jalan ini, Maskat mengatakan bahwa telah diterjunkan 15 orang personil pengamanan di sektor Masjidil Haram. Untuk meningkatkan pelayanannya, personil di sektor khusus Masjidil Haram ini dibantu oleh tenaga musiman (temus) yang direkrut dari mahasiswa Timur Tengah serta mereka yang mukim atau tinggal di Arab Saudi. Pelayanan di sektor khusus ini dilakukan selama 24 jam penuh.
Jika ada jamaah yang tersesat, mereka akan diistirahatkan dulu di kantor sektor khusus yang telah disediakan. Di sini, jamaah akan di data serta diberi minuman dan snack. Setelah itu, jamaah akan diantar ke pemondokannya masing-masing. Untuk keperluan ini, kantor sektor khusus dilengkapi dengan mobil koster.
Kiat agar tidak tersesat
Meskipun setiap tahun dilaksanakan, kisah tersesat pada saat melaksanakan haji merupakan cerita favorit yang tak habis menariknya untuk diperbicangkan. Serupa tapi tak sama. Meskipun kasusnya sama, tetapi pelakunya berbeda. Hal ini sangat wajar terjadi pada jamaah haji yang baru saja melaksanakan hajinya.
Tersesat memang perkara yang biasa. Namun, tersesat di “belantara” manusia dan negeri yang asing bagi kita mungkin akan berbeda cerita. Apalagi bagi kita yang sama sekali tidak bisa berbahasa Arab atau Inggris. Bahkan, pernah dikabarkan ada jamaah yang tertinggal kelompoknya untuk melakukan wukuf karena tersesat. Tentu saja, hal itu akan menjadi masalah serius, bukan?
Nah, agar kasus tersesat tidak menimpa Anda, terdapat 7 kiat yang bisa Anda terapkan selama masa haji berlangsung.
Amati dan hapalkan lokasi pondokan
Beberapa hal yang perlu diingat tentang lokasi pemondokan di antaranya nama jalan, nomor pondok, gedung yang mudah dikenal di sekitar pondok, bentuk bangunan pondok. Akan lebih bagus jika mengenal arah benda atau bangunan dari pondok, misal masjidil haram terletak di sebelah barat pondok.
Menyimpan nomor telepon dan alamat pondokan
Jika khawatir lupa, tuliskan alamat pemondokan dan nomor teleponnya di buka notes. Gambarkan pula denah jalan sederhana beserta gedung patokan yang dilewati. Nah, denah dan catatan ini bisa dijadikan petunjuk jika kita lupa jalan pulang dan terpisah dari rombongan.
Selalu berangkat dengan rombongan
Jika memungkinkan, usahakan untuk terus berada dalam rombongan. Jika tidak ada urusan yang sangat penting, misalnya buang hajat, usahakan agar tidak terlepas dari rombongan jamaah.
Menghubungi petugas haji
Jika benar-benar terpisah dari rombongan, cobalah untuk menghubungi petugas haji. Petugas ini biasa mangkal di pos-pos tertentu yang ditandai dengan adanya bendera merah-putih. Nomor kontak petugas haji biasanya sudah tercantum di masing-masing taging atau tanda pengenal jamaah haji.
Selalu membawa tanda pengenal
Tanda pengenal sangat penting untuk dibawa. Salah satunya agar kita mudah dikenali dan memudahkan menghubungi petugas haji terkait. Pada tanda pengenal terdapat nama haji, kelompok terbang, serta nomor petugas haji yang bisa dihubungi.
Mencari teman pendamping
Bagi jamaah haji yang sudah tua, perlu kiranya mencari teman pendamping dari sesama haji yang masih muda. Selain bisa diandalkan untuk mengingat lokasi, jamaah yang masih muda relatif segap dan bisa dimintai tolong jika ada urusan yang tidak bisa dilakukan oleh orang tua.
Gunakan identitas unik rombongan
Identitas unik rombongan berfungsi vital untuk memudahkan mengenal rombongan. Jika ada yang tersesat, dengan melihat identitas unik ini maka petugas haji atau sesama jamaah mudah mengidentifikasi. Contoh identitas unik ini di antaranya selempang, slayer, serta pita pada kerudung dengan corak dan warna khusus. (RA)
Panduan haji
Kamis, 29 September 2011
Tips Menghindari Tersesat Saat Ibadah Haji
Penyebab Tersesat dan Tips menghindarinya.
Anda yang saat ini akan berangkat ke tanah suci untuk menunaikan rukun Islam kelima, pasti ingin persiapan beribadah haji anda tidak terganggu dan terbentuk sesempurna mungkin.
Jika demikian, anda sebaiknya mempersiapkan semua hal hingga sedetil mungkin. Termasuk, jangan sampai anda tidak kehilangan arah saat keluar atau menuju tempat pemondokan.
Bagaimana tips agar kenyamanan beribadah tidak terganggu oleh hal tersebut? Ada beberapa hal yang bisa diikuti oleh anda dan menerapkannya di sana.
Berikut adalah tips yang bisa anda ikuti:

Yang pertama, jangan pernah lupa menghafalkan lokasi pondokan atau hotel yang menjadi tempat tinggal anda di tahah suci. Lihat sekeliling tempat pondokan baik di Madinah atau Mekkah atau tenda anda ketika di Mina. Lihat apakah ada tanda-tanda khusus di dekat pondokan anda seperti mesjid atau gedung-gedung lainnya.
Fungsinya, agar jika anda keluar dari pondokan, anda tidak terlalu kesulitan menemukan kembali jalan pulang. Biasanya, menghafal lokasi pondokan tidak terlalu sulit dilakukan bagi jamaah yang berusia muda. Namun, tidak bagi yang berusia lanjut.
Jika pun memang lokasi pondokan tetap tidak bisa dihafalkan, ada cara lain yang bisa anda lakukan. Yakni, dengan mencatat nomor telepon atau kontak pimpinan rombongan atau pembimbing haji rombongan anda.
Cara ketiga yang bisa anda lakukan jika kesulitan menemukan jalan pulang, adalah dengan membiasakan berangkat untuk bepergian bersama rombongan jamaah haji. Biasanya, dengan cara ini, jamaah akan terjamin keberadaannya karena selalu ditemani oleh pemandu. Namun demikian, meski cara ini menjamin jamaah tidak tersesat, tetap saja harus diwaspadai hal-hal terhadap hal itu.
Karenanya, jika anda sudah bersama rombongan dan ternyata masih saja kesulitan mencari jalan pulang dan bahkan tersesat, tidak ada salahnya jika anda mengikuti cara berikutnya yaitu dengan mengikuti jamaah haji lain yang sama-sama berasal dari Indonesia.
Dengan mengikuti jamaah yang sama dari Indonesia, anda diharapkan bisa lebih mudah berkomunikasi dan menjelaskan kesulitan anda dalam menemukan jalan pulang. Cara ini memang sangat familiar dilakukan, karena memang dianggap mudah untuk dilakukan oleh para jamaah.
Jika memang cara-cara yang disebut di atas tersebut masih saja membuat anda kesulitan menemukan jalan pulang dan bahkan tersesat, ada baiknya dicoba juga cara berikutnya, yaitu dengan mencari petugas haji yang ada di sekitar tempat anda tersesat. Dengan mencari petugas, dipastikan anda akan mendapat penjelasan soal arah pulang dan tempat tinggal yang anda tidak hafal.
Atau, jika memang petugas yang anda perlukan itu tidak kunjung ditemukan, sebaiknya anda harus selalu bersiaga membawa tanda pengenal sebelum berangkat dari hotel.
Dengan membawa tanda pengenal, seharusnya anda bisa lebih mudah dalam menemukan jalan pulang karena orang-orang akan mengetahui dari mana anda berasal.[Ant]
Penyebab Tersesat
Tersesat merupakan kasus terbesar yang dialami para jamaah ketika berhaji. Adapun alasan mereka tersesat adalah sebagai berikut.
• Pintu Berbeda
Jangankan bagi jamaah yang baru pertama kali menunaikan ibadah haji, jamaah yang sudah lebih lima kali saja masih sering tersesat, terutama saat berada di Masjidil Haram. Hal ini bisa dimaklumi karena memang jumlah pintu Masjidil Haram ada 94 pintu. Kebanyakan mereka yang tersesat karena berbeda pintu ketika masuk dan saat keluar.
• Usia Jamaah
Walaupun jamaah yang berusia lanjut tidak selalu akan lebih mudah tersesat dibanding dengan jamaah haji yang masih muda usia, namun memang begitu faktanya. Mayoritas jemaah yang tersesat berusia 60 tahun ke atas. Sedangkan rombongan jamaah haji asal Indonesia memang didominasi jamaah berusia lanjut (60 tahun), yaitu sekitar 60%.
• Bepergian Seorang Diri
Masih banyak jamaah haji yang bepergian seorang diri karena suatu urusan, seperti mengambil sandal yang dititipkan di tempat penitipan sandal yang terletak jauh di luar. Padahal, untuk mengambil sandal tersebut harus antri dengan ratusan jamaah lainnya dengan risiko mengambil jalan yang salah saat kembali.
• Terlalu Jauh Meninggalkan Tenda
Biasanya hal ini terjadi saat melempar jumroh di Mina. Kondisi area perkemahan yang sangat luas dengan jalan-jalannya yang rumit serta hamparan ribuan tenda yang hampir sama, sangat memungkinkan membuat jamaah bingung saat ingin kembali tenda. Oleh karenanya, jangan sendirian dan jangan terlalu jauh meninggalkan tenda.
===== Haji, Umrah
Anda yang saat ini akan berangkat ke tanah suci untuk menunaikan rukun Islam kelima, pasti ingin persiapan beribadah haji anda tidak terganggu dan terbentuk sesempurna mungkin.
Jika demikian, anda sebaiknya mempersiapkan semua hal hingga sedetil mungkin. Termasuk, jangan sampai anda tidak kehilangan arah saat keluar atau menuju tempat pemondokan.
Bagaimana tips agar kenyamanan beribadah tidak terganggu oleh hal tersebut? Ada beberapa hal yang bisa diikuti oleh anda dan menerapkannya di sana.
Berikut adalah tips yang bisa anda ikuti:
Yang pertama, jangan pernah lupa menghafalkan lokasi pondokan atau hotel yang menjadi tempat tinggal anda di tahah suci. Lihat sekeliling tempat pondokan baik di Madinah atau Mekkah atau tenda anda ketika di Mina. Lihat apakah ada tanda-tanda khusus di dekat pondokan anda seperti mesjid atau gedung-gedung lainnya.
Fungsinya, agar jika anda keluar dari pondokan, anda tidak terlalu kesulitan menemukan kembali jalan pulang. Biasanya, menghafal lokasi pondokan tidak terlalu sulit dilakukan bagi jamaah yang berusia muda. Namun, tidak bagi yang berusia lanjut.
Jika pun memang lokasi pondokan tetap tidak bisa dihafalkan, ada cara lain yang bisa anda lakukan. Yakni, dengan mencatat nomor telepon atau kontak pimpinan rombongan atau pembimbing haji rombongan anda.
Cara ketiga yang bisa anda lakukan jika kesulitan menemukan jalan pulang, adalah dengan membiasakan berangkat untuk bepergian bersama rombongan jamaah haji. Biasanya, dengan cara ini, jamaah akan terjamin keberadaannya karena selalu ditemani oleh pemandu. Namun demikian, meski cara ini menjamin jamaah tidak tersesat, tetap saja harus diwaspadai hal-hal terhadap hal itu.
Karenanya, jika anda sudah bersama rombongan dan ternyata masih saja kesulitan mencari jalan pulang dan bahkan tersesat, tidak ada salahnya jika anda mengikuti cara berikutnya yaitu dengan mengikuti jamaah haji lain yang sama-sama berasal dari Indonesia.
Dengan mengikuti jamaah yang sama dari Indonesia, anda diharapkan bisa lebih mudah berkomunikasi dan menjelaskan kesulitan anda dalam menemukan jalan pulang. Cara ini memang sangat familiar dilakukan, karena memang dianggap mudah untuk dilakukan oleh para jamaah.
Jika memang cara-cara yang disebut di atas tersebut masih saja membuat anda kesulitan menemukan jalan pulang dan bahkan tersesat, ada baiknya dicoba juga cara berikutnya, yaitu dengan mencari petugas haji yang ada di sekitar tempat anda tersesat. Dengan mencari petugas, dipastikan anda akan mendapat penjelasan soal arah pulang dan tempat tinggal yang anda tidak hafal.
Atau, jika memang petugas yang anda perlukan itu tidak kunjung ditemukan, sebaiknya anda harus selalu bersiaga membawa tanda pengenal sebelum berangkat dari hotel.
Dengan membawa tanda pengenal, seharusnya anda bisa lebih mudah dalam menemukan jalan pulang karena orang-orang akan mengetahui dari mana anda berasal.[Ant]
Penyebab Tersesat
Tersesat merupakan kasus terbesar yang dialami para jamaah ketika berhaji. Adapun alasan mereka tersesat adalah sebagai berikut.
• Pintu Berbeda
Jangankan bagi jamaah yang baru pertama kali menunaikan ibadah haji, jamaah yang sudah lebih lima kali saja masih sering tersesat, terutama saat berada di Masjidil Haram. Hal ini bisa dimaklumi karena memang jumlah pintu Masjidil Haram ada 94 pintu. Kebanyakan mereka yang tersesat karena berbeda pintu ketika masuk dan saat keluar.
• Usia Jamaah
Walaupun jamaah yang berusia lanjut tidak selalu akan lebih mudah tersesat dibanding dengan jamaah haji yang masih muda usia, namun memang begitu faktanya. Mayoritas jemaah yang tersesat berusia 60 tahun ke atas. Sedangkan rombongan jamaah haji asal Indonesia memang didominasi jamaah berusia lanjut (60 tahun), yaitu sekitar 60%.
• Bepergian Seorang Diri
Masih banyak jamaah haji yang bepergian seorang diri karena suatu urusan, seperti mengambil sandal yang dititipkan di tempat penitipan sandal yang terletak jauh di luar. Padahal, untuk mengambil sandal tersebut harus antri dengan ratusan jamaah lainnya dengan risiko mengambil jalan yang salah saat kembali.
• Terlalu Jauh Meninggalkan Tenda
Biasanya hal ini terjadi saat melempar jumroh di Mina. Kondisi area perkemahan yang sangat luas dengan jalan-jalannya yang rumit serta hamparan ribuan tenda yang hampir sama, sangat memungkinkan membuat jamaah bingung saat ingin kembali tenda. Oleh karenanya, jangan sendirian dan jangan terlalu jauh meninggalkan tenda.
===== Haji, Umrah
Minggu, 25 September 2011
Tips Memilih Waktu Terbaik Untuk Umrah
Umrah adalah salah satu kegiatan ibadah dalam agama Islam. Pelaksanaannya hampir mirip dengan ibadah haji, yaitu dilaksanakan dengan cara melakukan beberapa ritual ibadah di kota suci Mekkah, khususnya di Masjid Al Haram.Perbedaan umrah dengan haji hanyalah waktunya. Umrah bisa dilaksanakan sewaktu-waktu (kecuali hari Arafah tanggal 10 Dzulhijah dan hari-hari Tasyrik tanggal 11,12,13 Dzulhijah). Dan bila dilakukan saat bulan Ramadhan, pahalanya sama dengan melakukan ibadah haji (tapi tetap tidak membatalkan kewajiban berhaji). Sementara haji hanya dapat dilaksanakan pada beberapa waktu antara tanggal 8-12 Dzulhijah. Pemilihan Waktu.
Bicara soal waktu, meski umrah bisa dilakukan kapan saja, pemilihan waktu sendiri sebenarnya cukup penting. Ini ada hubungannya dengan kondisi Arab Saudi yang memiliki iklim gurun. Pada musim panas (Juni-Agustus) suhu udara bisa mencapai lebih dari 45 derajat celcius. Sebaliknya pada musim dingin (November-Februari) suhu pada siang hari 38-42 derajat celsius, sementara malam bisa mencapai 8 derajat celsius. Pada bulan Maret-Mei, cuaca bisa dikatakan sedang sejuk dan lebih bersahabat. Mengingat cuaca yang begitu panas, ada baiknya memilih waktu sesuai dengan kondisi Anda.
Jika Anda termasuk orang yang mudah lelah, atau Anda memilih beribadah dengan rasa nyaman, pilihlah waktu dengan cuaca bersahabat. Pasalnya, setelah melalui penerbangan yang lumayan panjang (sekitar 10 jam penerbangan) dan perbedaan waktu lebih kurang 4 jam di belakang waktu Jakarta (GMT+3), Anda akan menghabiskan sebagian besar waktu dengan beribadah yang dilakukan tidak hanya di dalam masjid, tapi juga di ruang terbuka. Namun, ibadah umrah sendiri selain banyak diminati pada bulan Ramadhan, juga ramai dilakukan pada musim liburan (Juni-Agustus).
Jadi jika Anda memutuskan melaksanakannya di bulan-bulan itu, ada sedikit tips. Selalu gunakan pakaian berwarna putih yang memantulkan panas matahari. Dengan begitu, energi Anda tidak mudah terkuras karena panas tidak diserap baju dan tubuh. Bulan Menentukan Biaya. Pemilihan waktu sendiri juga menentukan besarnya biaya yang akan Anda keluarkan.
Jika Anda memilih pergi umrah di musim liburan, menjelang musim haji atau menjelang Ramadhan, maka biaya yang dikeluarkan pasti akan lebih besar. Mengapa? Karena umumnya kenaikan paket umrah terjadi di tiga musim ini. Pertama karena pada musim-musim tersebut biasanya peminat umrah meningkat Kedua, pada saat ini terjadi persaingan ketat antar sesama meskapai penerbangan. Otomatis ini mempengaruhi pesawat yang akan dipergunakan. Pihak travel kesulitan untuk mendapatkan tarif pesawat di bawah 1.000 dolar AS untuk penerbangan Indonesia - Saudi Arabia.
Nah, jika Anda ingin mencari biaya perjalanan yang cenderung murah, ambillah paket umrah pada bulan Januari hingga Mei. Pada semester ini, harganya biasanya lebih murah dibandingkan paket umrah untuk bulan Juni, Juli hingga Oktober atau Desember.
Senin, 04 April 2011
Perketat Paspor Haji dan Umroh
JAKARTA - Tim Khusus DPR RI yang menangani pemulangan TKI Arab Saudi mendesak Direktorat Jendral Keimigrasian memperketat penerbitan paspor untuk tenaga kerja yang menggunakan jalur haji dan umrah. Pasalnya dari hasil temuan tim gabungan lintas komisi itu, banyak TKI ilegal masuk ke Timur Tengah dengan menggunakan paspor haji maupun umrah.
Ketua Tim Khusus DPR RI Irgan Chairul Mahfiz menyatakan, praktik itu sudah berlangsung lama. "Dari pengakuan TKI ilegal di Arab Saudi, sekitar 80 persen mengaku bisa masuk ke Timur Tengah karena menggunakan jalur umrah dan haji," kata Irgan saat memimpin rapat dengar pendapat dengan pemerintah guna membahas masalah pemulangan TKI, Senin (4/4).
Menurutnya, bisa saja Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi tidak tahu tentang hal tersebut. Namun untuk Imigrasi, kata Irgan, pasti jelas tahu. "Tapi kenapa tidak meneliti dan memperketat penerbitan paspor?" tandas politisi PPP itu.
Parahnya, imbuh Irgan, begitu para TKI ilegal itu sudah berada di Timur Tengah dan mendapatkan tempat yang enak, mereka enggan kembali. "Kalau sudah enak, TKI tidak mau balik. Tapi kalau dapat perlakuan tidak enak, baru pemerintah dilibatkan. Karena itu, ini harus diperbaiki sistemnya. Jangan sampai, Kemenakertrans sudah ketat untuk pengiriman TKI, tapi Keimigrasian justru meloloskan TKI lewat paspor haji dan umrah ," ujarnya.
Irgan menambahkan, nantinya tim khusus akan mengundang Menteri Agama Suryadharma Ali terkait penggunaan jalur haji dan umrah bagi para TKI ilegal. "Kita akan mempertanyakan masalah ini Menag. Kok bisa TKI menggunakan paspor haji dan umrah," pungkasnya
Ketua Tim Khusus DPR RI Irgan Chairul Mahfiz menyatakan, praktik itu sudah berlangsung lama. "Dari pengakuan TKI ilegal di Arab Saudi, sekitar 80 persen mengaku bisa masuk ke Timur Tengah karena menggunakan jalur umrah dan haji," kata Irgan saat memimpin rapat dengar pendapat dengan pemerintah guna membahas masalah pemulangan TKI, Senin (4/4).
Menurutnya, bisa saja Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi tidak tahu tentang hal tersebut. Namun untuk Imigrasi, kata Irgan, pasti jelas tahu. "Tapi kenapa tidak meneliti dan memperketat penerbitan paspor?" tandas politisi PPP itu.
Parahnya, imbuh Irgan, begitu para TKI ilegal itu sudah berada di Timur Tengah dan mendapatkan tempat yang enak, mereka enggan kembali. "Kalau sudah enak, TKI tidak mau balik. Tapi kalau dapat perlakuan tidak enak, baru pemerintah dilibatkan. Karena itu, ini harus diperbaiki sistemnya. Jangan sampai, Kemenakertrans sudah ketat untuk pengiriman TKI, tapi Keimigrasian justru meloloskan TKI lewat paspor haji dan umrah ," ujarnya.
Irgan menambahkan, nantinya tim khusus akan mengundang Menteri Agama Suryadharma Ali terkait penggunaan jalur haji dan umrah bagi para TKI ilegal. "Kita akan mempertanyakan masalah ini Menag. Kok bisa TKI menggunakan paspor haji dan umrah," pungkasnya
Jumat, 26 November 2010
Kiat Memilih Mitra Penyelenggara Travel Haji Dan Umroh
Banyaknya penyelenggara ibadah haji dan umroh ternyata tidak serta merta memudahkan para calon tamu Allah untuk pergi ke tanah suci. Seringkali kita dengar kabar yang kurang baik tentang calon tamu Allah misalnya: gagal atau batal berangkat, program tidak sesuai dengan harapan,pembimbing ibadah haji dan umroh yang aqidahnya menyimpang, dan hal-hal lain yang merugikan para calon tamu Allah.
Merujukan pada pengalaman-pengalaman tersebut, kita sebagai calon tamu Allah mesti pandai untuk menentukan mitra penyelenggara. Berikut ini beberapa hal yang dapat dijadikan rujukan untuk memilih mitra penyelenggara :
1. Legalitasnya
2. Program Ibadah Haji dan Umrah merujuk seperti yang dicontohkan Rasulullah Saw.
3. Program yang sesuai dengan keinginan dan harapan kita.
4. Pembimbing ibadahnya yang sesuai syariat Islam.
5. Pihak penyelenggara memiliki program nilai plus dibalik penyelenggaraan ibadah haji maupun umroh.
Demikian disampaikan semoga ini menjadi poin penting bagi calon tamu Allah untuk menentukan pilihan mitra penyelenggara ibadah haji dan umroh atau setidaknya bisa menentramkan hati para calon tamu Allah yang telah mendaftar kan diri pada pihak penyelenggara yang benar.
Merujukan pada pengalaman-pengalaman tersebut, kita sebagai calon tamu Allah mesti pandai untuk menentukan mitra penyelenggara. Berikut ini beberapa hal yang dapat dijadikan rujukan untuk memilih mitra penyelenggara :
1. Legalitasnya
2. Program Ibadah Haji dan Umrah merujuk seperti yang dicontohkan Rasulullah Saw.
3. Program yang sesuai dengan keinginan dan harapan kita.
4. Pembimbing ibadahnya yang sesuai syariat Islam.
5. Pihak penyelenggara memiliki program nilai plus dibalik penyelenggaraan ibadah haji maupun umroh.
Demikian disampaikan semoga ini menjadi poin penting bagi calon tamu Allah untuk menentukan pilihan mitra penyelenggara ibadah haji dan umroh atau setidaknya bisa menentramkan hati para calon tamu Allah yang telah mendaftar kan diri pada pihak penyelenggara yang benar.
Langganan:
Komentar (Atom)